Latest News

Apa Itu E Billing??...


Pajak yang dibayarkan masyarakat adalah sumber utama pemasukan anggaran untuk pembangunan nasional. Target pajak Pemerintah dibuat dan harus terpenuhi demi kelancaran pembangunan negara yang terus-menerus dilakukan. Tujuannya tentu saja untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ada beberapa macam pajak yang harus dibayarkan, di antaranya pajak penghasilan, pajak bumi dan bangunan, serta jenis-jenis pajak lainnya yang sudah diatur Pemerintah. Membayar pajak tepat waktu merupakan wujud peran aktif masyarakat dalam membangun Negara.

Belakangan ini ramai sekali pemberitaan mengenai kebijakan Tax Amnesty alias pengampunan pajak bagi wajib pajak yang menunggak. Jumlahnya sangat besar sekaligus membuktikan bahwa hingga saat ini masih cukup banyak warga negara yang belum taat dalam membayar pajak. Yang bisa disebabkan kurangnya atau minimnya informasi akan manfaat dari pajak yang dibayarkan.

Pajak merupakan salah satu sumber utama pendapatan negara yang digunakan untuk beberapa hal. Berikut ini adalah manfaat pajak yang akan kami informasikan secara lengkap.

Penggunaan Dana Pajak

Dana pajak yang dibayarkan akan digunakan untuk membiayai segala pengeluaran negara yang bersifat self liquidating atau hal lainnya. Contohnya adalah pengeluaran untuk biaya proyek produksi barang ekspor.
Dana pajak juga digunakan untuk membiayai pengeluaran hal-hal produktif seperti pengeluaran yang dapat memberikan keuntungan ekonomis langsung untuk warga negara. Contohnya adalah anggaran untuk pertanian.

Dana pajak juga digunakan untuk biaya pengeluaran hal-hal non produktif dan juga non-self liquidating, tetapi memiliki manfaat untuk masyarakat. Contohnya adalah biaya pengeluaran untuk objek rekreasi atau pembangunan monumen bersejarah.

Dana pajak pun juga bisa digunakan untuk pembiayaan atau pengeluaran yang bersifat tidak produktif, tetapi diperlukan negara. Contohnya adalah pengadaan persenjataan dan penguatan pertahanan negara. Atau pengeluaran untuk warga yatim piatu dan yang membutuhkan.
Dengan membayar pajak secara benar dan sesuai dengan aturan, kita akan mendapatkan manfaat yang telah dijelaskan di atas. Kita akan mendapatkan manfaat, seperti fasilitas umum dan infrastruktur (jalan, sekolah, dan jembatan), pertahanan dan keamanan (senjata, pelatihan), subsidi akan pangan dan bahan bakar minyak, lingkungan hidup yang lebih baik, transportasi massal, dan masih banyak lagi yang lainnya.


Banyak fasilitas yang diberikan Pemerintah untuk memudahkan wajib pajak dalam proses membayar pajak. Salah satu cara untuk membayar pajak saat ini adalah dengan melakukan pembayaran pajak secara online. Hal ini bisa mempermudah masyarakat umum, terutama mereka yang tidak memiliki cukup waktu luang untuk mengurus pembayaran pajak di kantor pajak.

Menurut Direktorat Jenderal Pajak (DJP), e-Billing pajak merupakan sistem pembayaran pajak secara elektronik dengan cara membuat kode billing atau ID billing sebagai cara untuk membayar pajak. e-Billing sendiri adalah sistem baru yang menggantikan sistem pembayaran lama yang dilakukan secara manual yang menggunakan media Surat Setoran Pajak (SPP).

Sistem yang baru ini mulai difungsikan secara resmi pada 1 Januari 2016 dan sudah secara penuh berfungsi hingga sekarang. Saat ini sistem e-Billing perlahan akan menggantikan sistem manual sehingga kantor pajak tidak akan lagi melayani pembayaran pajak secara manual. Karena itu, pengetahuan akan cara membayar pajak online mutlak untuk diketahui.

Manfaat e-Billing Pajak

Dengan menggunakan e-Billing Pajak, banyak manfaat yang bisa didapatkan, antara lain:


  1. Membayar pajak jadi lebih mudah. Dengan membuat ID Billing, kita dapat membayar pajak di mana saja dan kapan saja kita mau. e-Billing dapat mempermudah para wajib pajak untuk membayar kewajibannya dengan lebih fleksibel.
  2. Menghindari kesalahan dari pencatatan transaksi. Terkadang dalam pembayaran secara manual terdapat beberapa kesalahan pencatatan yang mungkin terjadi. e-Billing bisa meminimalkan terjadinya kesalahan dalam pencatatan transaksi yang bisa saja terjadi pada pembayaran manual.
  3. Transaksi real time. Data dan hasil transaksi akan langsung tersimpan di sistem Direktorat Jenderal Pajak (DJP) sehingga mengurangi risiko kehilangan data akibat kelalaian dan penyebab lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KIM MOJO SURABAYA Designed by Templateism.com Copyright © 2014

Diberdayakan oleh Blogger.