Latest News

KIM MOJO DI DAMPU MENJADI SALAH SATU PEMBICARA KEGIATAN "FOCUS GROUP DISCUSSION KULIAH KERJA DALAM NEGERI


Kelompok Informasi Masyarakat Mojo yang tergabung dalam Kim Mojo  membranding kampungnya  dengan sebutan Kampung Cyber, yang dimana warganya terintregasi dengan internet.

Disini warga kampung cyber dalam berkomunikasi antar warga menggunakan dunia internet akan tetapi juga tidak melepaskan budaya lama seperi bertatap muka langsung atau bercengkeramah.

"Inilah tantangan yang harus di hadapi jika kita terus mengikuti "Zaman Now" yang dimana nama ini sedang viral di dunia internet. Kita tidak sadar bahwa ancaman sudah di depan mata karena kecanggihan teknologi ini , kita jadi terlena dan ini harus cepat di antisipasi.
Apakah Pemerintah Kota Surabaya sudah membuat Grand Design dalam menuju Cyber City?..
Pemerintah Kota Surabaya  dan Pemerintah Pusat seharusnya juga memikirkan sebab dan akibat akan ini semua"Kilah Nengah, salah satu pembicara yang juga seorang dosen di Sekolah Tinggi  Teknologi Angkatan Laut ,Bumi Moro Morokrembangan Surabaya dalam acara ini.

Dilapangan memang banyak di temukan dampak dari zaman now, warga masyarakat yang biasanya dalam berkomunikasi berkumpul atau bertatap muka langsung akan tetapi sekarang hanya dengan sebuah ponsel pintar semua itu dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja.
Bisa dilihat sekarang banyak orang yang sibuk akan androidnya masing -masing dan mereka belum faham dan mengerti semua, bagaimana berkomunikasi yang baik dengan menggunakan ponsel pintar ini.
Kim Mojo yang juga kaki tangan pemerintah yang dibentuk oleh masyarakat dalam menjalankan deseminasi  informasi ke masyarakat yang dimana kim itu berada di wilayahnya. Sudah merasakan hal tersebut karena kim yang selalu berada di garda depan dalam menjalankan tugasnya sebagai agen informasi sampai lapisan paling bawah.
Perlunya kerjasama antara Pemerintah  sampai jajaran paling bawah di tingkat RT dan RW atau dengan kelompok-kelompok sosial seperti Kim untuk menanggulangi  dampak dari ini semua.

Pemerintah Kota Surabaya tampaknya sudah memikirkan hal tersebut akan tatapi hasil belum terlihat, karena hal ini butuh waktu dan proses yang cukup panjang. Salah satu contoh seluruh RT, RW, LPMK, Lurah dan Camat mengikuti kegiatan yang diadakan oleh pemerintah yaitu pembinaan yang mencakup layanan publik,keamanan, sosial, pendidikan , kesehatan dan teknologi.
AKPB Bambang Wiji Anjasmoro,S.Ked yang di daulat memberikan presentasi menyimpulkan dan menyarakan dinataranya:

  • Perlu pengembangan kerjasama antara Pemkot Surabaya dengan berbagai instansi pendukung demi mewujudkan Smart City yang meiliki sistem siber yang terintegritas.
  • Perlu adanya sertifikasi ISO 27001 yang mencakup standarisasi teknologi informasi, teknik keamanan yang mampu mengatasi kerentanan sistem keamanan serta sitem manjemen keamanan informasi yang meiliki dasar recovery system
  • Perlu dilengkapi dengan peratruran khusus yang mengatur detail mengenai perencanaaan dan pelaksanaan Smart City.


Ir. Antiek Sugiharti,MSi Kepala Dinas Kominfo Kota Surabaya menyampaikan" Terima kasih atas apresiasi yang di berikan oleh Mahasiswa Pertahanan Indonesia atas prestasi-prestasi yang di capai Pemerintah Kota Surabaya , Dan saya sempat kagum kepada para rombongan  mahasiswa Universitas Pertahan dan Keamanan yang di pimpin oleh Kol. Kaveleri  Yusuf,S.Sos,MM, baru seminggu beliau sudah bisa memberikan masukan-masukan yang berarti dan sangat bermanfaat kepada Pemerintah Kota Surabaya terutama Dinas Komunikasi dan Infromasi Kota Surabaya dalam menjalankan tugasnya. yaitu Mewujudkan Program Cyber City. Dan tentunya hasil diskusi ini akan kami tindak lanjuti.

Hasil diskusi yang menarik ini yang di pandu oleh Cempaka salah satu asisten dosen dari Universitas Pertahanan Indonesia F.G. Cempaka Timur, M.Si (Han).




KIM MOJO SURABAYA Designed by Templateism.com Copyright © 2014

Diberdayakan oleh Blogger.