Latest News

Dari Dolly, Muncullah Gerakan Ganyang Hoax dan Perangi Narkoba


SURABAYA- Warga kawasan eks lokalisasi Dolly mendeklarasikan diri ganyang Hoax dan perangi narkoba di gang Dolly atau Kupang Gunung Timur 1 Kelurahan Putat Jaya Kecamatan Sawahan Surabaya, Senin.
Gerakan tersebut merupakan serangkaian acara Dolly Saiki Fest 2017 yang digerlar Komunitas Bicarasurabaya bekerjasama dengan Pemkot Surabaya dan Polrestabes Surabaya.
Hadir dalam deklarasi tersebut Kepala BNN Kota Surabaya AKBP Suparti, Wakasat Narkoba Polrestabes Surabaya Kompol Anton Prasetyo, Kasubag Humas Polrestabes Surabaya Kompol Lily Djafar, perwakilan dari Kejaksaan Negeri Surabaya, jajaran Satpol PP dan BPB Linmas Kota Surabaya serta jajaran Kecamatan Sawahan. Selain itu, RT dan RW Kelurahan Putat Jaya, Karang Taruna dan warga sekitar kawasan eks lokalisasi Dolly.
Pada kesempatan itu, mereka menandatangani tiga item kesepakatan memerangi hoax atau berita bohong dan memerangi narkoba. Tiga item  itu adalah, Pertama: Masyarakat Surabaya menolak keras penyebaran berita atau informasi yang menyesatkan, bohong dan memfitnah sehingga bisa berakibat rusaknya kerukunan, kesatuan dan persatuan.
Kedua, Masyarakat Surabaya siap memerangi dan membantu sepenuhnya aparat yang berwajib memberantas peredaran narkoba. Ketiga, Masyarakat Surabaya bersama pemerintah kota dan forum pimpinan daerah akan bahu membahu menciptakan suasana yang kondusif, aman dan tentram.
Tiga item itu pun diabadikan dalam plakat kayu yang diletakkan di Taman Bermaian di Jalan Kupang Gunung Timur Kelurahan Putat Jaya Kecamatan Sawahan Surabaya. Plakat itu menandakan bahwa warga Kota Surabaya menolak tegas penyebaran berita Hoax dan siap memerangi narkoba. “Dengan gerakan ini, kami bisa paham dan sadar untuk memerangi berita hoax dan memerangi narkoba,” kata Rohman, salah satu warga gang Dolly.
Wakasat Narkoba Polrestabes Surabaya Kompol Anton Prasetyo mengatakan gerakan ini sangat bermanfaat bagi warga, karena kegiatan semacam ini diprakarsai langsung oleh masyarakat sehingga lebih tepat sasaran.
“Harapannya, warga bisa lebih peduli untuk memerangi peredaran narkoba dan bisa meminimalisir penyebaran berita bohong,” kata Anton kepada wartawan seusai acara.
Catatan dari BNN, kata dia, memang masih ada pengedar dan pengguna yang berasal dari kawasan eks lokalisasi Dolly. Namun, ia memastikan bahwa kawasan Dolly saat ini sudah berubah dibanding dulu ketika menjadi lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara. “Pasti saat ini sudah jauh berbeda, Dolly sekarang sudah bukan Dolly dulu, sudah jauh beda,” ujarnya.

KIM MOJO SURABAYA Designed by Templateism.com Copyright © 2014

Diberdayakan oleh Blogger.