Latest News

Ustad Abu Janda Ajak Kader Ansor Surabaya Perangi Hoax


Ada yang berbeda pada Pelatihan Kader Dasar Zona I GP Ansor Kota Surabaya yang digelar di aula Kecamatan Bubutan. Yakni kehadiran Aktivis Sosial Media Permadi Arya atau yang akrab disapa Abu Janda al-Boliwudi.
Usut punya usut, ternyata ia menjadi instruktur PKD dan mengisi materi Kontra Propaganda Media Sosial dihadapan seratus peserta PKD GP Ansor Surabaya.
“Ini pertama kalinya saya menjadi instruktur di lingkungan GP Ansor dan Banser. Biasanya saya lebih sering menjadi instruktur dikalangan umum, seperti yang belum lama diadakan oleh Kemeterian Sosial di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan. Saya kira kader-kade Ansor harus memiliki pengetahuan di bidang media sosial atau medsos karena musuh-musuh NU dan Ansor hari ini hanya berani menyerang lewat medsos tidak secara fisik,” urai anggota Barisan Ansor Serbaguna.
Ustad Abu Janda mengungkapkan, pengguna media sosial terbanyak salah satunya ada di Indonesia. Bahkan, pengguna Instagram terbesar adalah Indonesia. Karena itu, kader Ansor harus melek teknologi, paling tidak melek media sosial. Kalau tidak, NU dan Ansor akan babak belur menjadi bulan-bulanan serangan fitnah dan hoax dari pihak-pihak yang ingin melemahkan NU dan mengganti NKRI.
Dirinya mengingatkan, dengan melemahkan NU sama dengan melemahkan NKRI. Karena NU selalu menjadi benteng dari ancaman pihak-pihak musuk. Komitmen NU bersama Ansor dalam menjaga ideologi Pancasila dan mempertahankan NKRI sudah teruji dan terbukti, mulai tahun 1965 hingga hari ini.
“Medan tempur hari ini ada di media sosial, karena itu kader NU, Ansor dan Banser harus menguasai media sosial. Dengan begitu, bisa memilah mana berita hoax atau fakta, kemudian meluruskan berita hoax tersebut, sehingga tidak berkembang menjadi fitnah yang seringkali ditujukan kepada NU,” beber Abu Janda.

KIM MOJO SURABAYA Designed by Templateism.com Copyright © 2014

Diberdayakan oleh Blogger.