Latest News

ICT WATCH DAN TIK TOK UNDANG PARA PEGIAT INFORMASI TERPILIH DARI 30 PROVINSI


Kimmojo -Sebanyak 30 pegiat informasi orang yang terpilih dari berbagi provinsi  di Indonesia mengikuti 'TRAINNG OF TRAINERS" yang di selenggarakan oleh ICT Wath kerjasama dengan Tiktok Indonesia . Acara ini di gelar selama 2 hari , Selasa 22-23 Januari 2019 dan berlokasi di Hotel Akmani Jl. Wahid Hasyim 91 Jakarta Pusat.

ICT Watch adalah organisasi masyarakat sipil yang fokus pada kolaborasi pembangunan kapasitas sumber daya manusia Indonesia atas pengetahuan dan kemampuan literasi digital, ekspresi online dan tata kelola siber.

Untuk informasi, ICT Watch bersama TikTok  menggelar program pelatihan untuk para pegiat informasi yang berasal dari seluruh wilayah di Indonesia.

Bertajuk ‘Digital Literacy for Information Activists’, program ini turut didukung Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) dan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi.

Widuri selaku  Plt Direktur Eksekutif ICT Watch berharap " Agar kedepan aplikasi Tik Tok yang banyak di gemari kawula muda yang baru mengenal dunia digital dan dengan program ini dapat menggunakan Tik Tok sebagai ajang kreasi untuk menggunakan internet secara bijak.

Dan  memang awalnya banyak orang beranggapan tik tok adalah apikasi yang allay dn tidak sesuai engan kultur budaya Indonesia. Semoga dengan dengan adanya ini dengan menggandeng para pegiat informasi atau pegiat internet yang terdiri dari berbagai unsur masyarakat kedepan agar  tik tok dapat di gunakan untuk menyebarkan konten edukasi yang positif"


Teknologi dan informasi bak kilat akan kecepatannya, bayangkan seebuah berita baik itu berita benaar dan berita tidak atau HOAX akan cepat tersebar di media sosial dalam hitungan detik.
Dan untuk mengantisifasi maraknya berita bohong atau HOAX yang beredar maka dari itu ICT Watch  mengadakan acara ini , berharap agar para peserta yang berasal darai 30 provinsi ini dapat menyebarkan apa yang didapat dalam kegiatan yang dijalani selama dua hari dapat di terapkan dan melalui media sosial yang di milikinya sehingga dapat menepis atau meminimalisir penyebaran berita hoax.

"Kita berharap agar para relawan informasi atau kelompok sosial yang bergerak dalam informasi dengan ilmu yangg di perolehnya ini mampu dan dapat untuk mensosialisasikan ke masyarakat di wiayahnya masing-masing" kilah  Banyumurti selaku pungawa ICT Watch ketika menutup acara.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KIM MOJO SURABAYA Designed by Templateism.com Copyright © 2014

Diberdayakan oleh Blogger.